Bisniscom, JAKARTA - Untuk ke 27 kalinya, pameran pendidikan dan pelatihan terbesar dan terlengkap “Indonesia International Education & Training Expo 2018” kembali diselenggarakan. Berlangsung di JCC (Jakarta Convention Center), Senayan-Jakarta Selatan mulai 22-25 Februari 2018 mendatang, mulai pukul 09.00 – 19.00 WIB. DutaBesar Arab Saudi Usamah Muhammad Al-Syu'aiby membuka pameran mobil klasik di One Belpark Mall Jakarta, Sabtu (14/4/2018). . Art Jakarta 2018 - Photo Sari Novita Jakarta 2018 telah selesai digelar pada tanggal 2 – 5 Agustus 2018, Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Pameran seni rupa yang diadakan sekaligus memeriahkan ulang tahun Art Jakarta ke-10, terdapat konsep “10 for 10” 10 instalasi museum show diprakarsai oleh BEKRAF untuk 10 tahun Art Jakarta. Sekitar 1000 karya seni rupa melibatkan 300 seniman lokal dan luar negeri, dan ditampilkan di area seluas m2. Namun, apakah pameran seni rupa terbesar ini mempunyai greget di mata penikmat, kolektor, dan pelaku seni yang menyaksikan Art Jakarta 2018?Saat masuk ruang pameran, pengunjung akan melihat tiga karya seniman muda “Masterpiece Retrofridge” handmade dari tangan Indra Dodi, Naufal Abshar, dan Darbotz. Ketiga lemari pendingin ini cukup kreatif memadukan seni dan era modern. Indra Dodi memvisualisasikan karyanya dengan sungai dan huruf-huruf puisi yang mengantarkan manusia untuk bermain-main. Bagi saya sendiri, sebuah pameran maupun pertunjukan seni dan sastra merupakan “tempat bermain” yang merupakan medium refleksi. Sedangkan Darbotz, karyanya terinspirasi dari jalanan dan Naufal lebih mengeksplorasi perihal humor dan batasannya.“Masterpiece Retrofridge” karya Naufal Abshar, Indra Dodi, dan Darbotz – Photo Sari NovitaMasuk ke ruang lebih dalam, di sinilah baru terasa pagelaran seni rupa 2 dan 3 dimensi yang bisa menjadi barometer pameran seni rupa di Indonesia. Art Jakarta memang tidak menampilkan seniman asal Indonesia saja, tidak sedikit artist luar negeri turut serta dalam pameran ini. Sebab, pameran ini merupakan ajang yang mempertemukan seniman dengan buyer atau kolektor lokal dan non-lokal. Menariknya, dari 51 galeri, rata-rata berlokasi di luar negeri dan mereka pun menggaet seniman Indonesia. Memang bukan hal baru orang-orang luar negeri yang banyak jatuh hati pada seniman Indonesia, yang kemudian membantu perkembangan berseni serta menjual karyanya. Sepertinya, situasi ini bukan “rahasia umum”.Keberadaan BEKRAF banyak diharapkan para pelaku kreatif di Nusantara. Triawan Munaf pun menyampaikan,“Semoga BEKRAF akan terus ada agar kesenian Indonesia berkembang. Di semua sektor ekonomi kreatif telah memberikan 1000 trilyun rupiah pendapatan bagi negara dari data bulan Juli 2018.”Triawan Munaf dan Tamu Undangan Art Jakarta 2018 – Photo apa Bekraf telah menjangkau pelaku ekomoni kreatif di Nusantara, saya sendiri hanya sedikit memantau program-program atau project yang sudah di-support badan ini. Pastinya angka tersebut bisa dikatakan mengembirakan, ada optimisme yang terbit. Meskipun masih banyak program seni dan budaya yang belum tersentuh BEKRAF, malah tidak sedikit yang “ditangkap” oleh badan asing. Perihal ini saya tidak menyalahkan, saya membayangkan ratusan proposal yang masuk ke tangan BEKRAF setiap begitu juga yang terjadi dengan para kurator Art Jakarta 2018. Bicara greget atau tidaknya pameran terbesar ini, memang tidak bisa dipandang sebagian kelompok orang saja. Bisa dilihat, apakah pengunjung yang datang memiliki wawasan luas terhadap seni, termasuk seberapa sering melihat karya seni yang bertebaran di mana-mana. Di pameran inilah proses edukasi terjadi, yang menambah wawasan pada otak, rasa, dan Hidayat – Art Jakarta 2018 – Photo tiga kali memutari area pameran yang luas itu. Secara pribadi melihat karya-karya 2 dan 3 dimensi yang ditampilkan cukup keren, bukan “wow, keren”. Namun ada karya yang membuat saya memandang lama bahkan saking terhanyutnya, saya lupa mengabadikannya. Sampai saat menuliskan artikel ini, karya post modern ekspresionisme “Dancers Parade” yang ditumpahkan Hidayat Dunia Art Gallery masih berdenyut di jantung emosional yang mengebu-ngebu dan energi yang dituangkannya sangat terasa pada bentuk, goresan, dan ruangnya, seolah semua itu menari dan berirama. Proses pengerjaan karya tersebut tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 5 jam. Tapi diakui Hidayat, ia mengalami proses perenungan yang panjang sebelum mengerjakan karyanya itu.“Ketika melihat penari yang membuat hati bergetar, saya berpikir apa yang membuatnya bergetar. Bukan wajah cantik dan gerak tubuh yang gemulai tapi esensinya yang harus karya ini, saya mengejawantahkan penari ke dalam lukisan. Bagi saya, penari tari kipas itu kompak, united, dan bikin terharu. Saya ingin orang dapat merasakan emosional itu dan melihat itulah ciri khas karya saya,” ucap Hidayat. Menurut saya karya Hidayatlah yang paling greget. Barangkali, karena terkoneksi dengan masa lalu—saya pernah menjadi penari Bali dan diajarkan makna setiap tarian yang akan dibawakan—dan setiap gerak mempunyai arti yang berbeda, sama halnya dengan tarian Nusantara lainnya. Tapi, saya sering melihat lukisan penari Bali dan jarang sekali merasakan koneksi yang cepat seperti karya Hidayat ini. Ada gempita, ada keliaran yang setia, dan ada cinta di lukisan Samani – Art Jakarta 2018 – Photo koneksi, ada sebuah karya lukisan yang jika pertama kali melihat terasa biasa saja, tapi jika lama dipandang, ada sebuah jiwa yang bergerak di sana. Nidhi Samani, pelukis asal India, beberapa kali datang ke Bali. Suatu hari, ia merasakan koneksi, menemukan pegunungan yang berbicara dengan inner voices-nya. Pengalaman spiritualnya ini membuat ia menemukan dirinya, kemudian ia tuangkan ke dalam lukisan kontemporernya. Dan, saya merasakan pengalamannya tiga dimensi yang membuat saya langsung menoleh ke arahnya ialah sebuah patung kayu jati “Wild Legend” karya Lugas Syllabus. Selintas terlihat setengah badan kuda yang memiliki wajah cermin. Namun jika diperhatikan, tidak hanya hewan kuda yang terpahat di karyanya. Tapi ada ular, singa, belalang, dan burung yang ternyata semua itu metafora dan merupakan Lugas semua hewan itu mencerminkan, menganalisis, merenungkan, dan membandingkan arketipe diri kita sendiri. Patung dan cermin dengan frame kayu yang terpajang di dinding memberi makna tentang pengejaran untuk kekuatan, kerja sama, dan keterhubungan. Bagi saya karyanya ini sangat menarik, sebab ada refleksi yang dirasakan tidak dalam waktu sekejap.“Canang Gebokan Bunga” karya Sugantika – Art Jakarta 2018 – Photo dua karya tiga dimensi yang menarik, pertama Canang Gebokan Bunga karya Sugantika, yang jika dipandang dari jauh tidak seperti canang. Namun, bila didekati akan terlihat lipatan-lipatan yang mempresentasikan dedaunan, sedangkan warnanya merupakan ragam bunga yang selalu disajikan umat Hindu di Gebokan Bunga merupakan prosesi ritual bermakna rasa syukur yang dipersembahkan untuk alam semesta. Menariknya ritual ini diaplikasikan ke dalam bentuk seni, ketika orang banyak melihatnya akan menjadi seni budaya. Sugantika tidak sendiri mengerjakan karyanya ini, ia dibantu oleh Ibunya yang setiap harinya membuat canang. Ada keindahan yang ternyata hasil harmonisasi hubungan antara Ibu dan anaknya.“Nada-nada Kehidupan” karya Rinaldy Yunardi – Art Jakarta 2018 – Photo kedua karya Rinaldy Yunardi dengan “Nada-nada Kehidupan”. Di bidang bridal accessories, nama Rinaldy Yunardi memang tidak asing lagi, bahkan artis dunia seperti Madonna dan Ariana Grande pernah memakai karyanya. Dari sekian karyanya yang ditampilkan di Art Jakarta 2018, hanya wanita dan not-not musiknyalah yang bikin saya tersenyum, tentu saya terkoneksi. Karya-karya lainnya sangat berbau “pengantin”, tapi Nada-nada Kehidupan punya perbedaan. Ada “syalala” dan ada frekuensi rendah kehidupan di Affandi – Art Jakarta 2018 – Photo karya yang dipajang di Art Jakarta 2018, saya menemukan 3 pelukis legendaris yang bikin hati tambah bahagia, yaitu karya lukisan Basoeki Abdullah, Affandi, dan S. Sudjojono. Sejak kecil sampai dewasa, saya selalu jatuh cinta menikmati karya-karya Affandi dan Basoeki greget atau tidak, beberapa pelukis yang saya temui di pameran Art Jakarat 2018 bilang, “Kreasi seni rupa yang cepat terkoneksi dengan penikmatnya merupakan karya yang greget atau bagus.” Proses berkarya seorang seniman juga menjadi penilaian. Bagi saya, greget atau tidak suatu karya, tergantung dari kacamata pemiliknya yang melihat karya seni, apakah ia seorang ahli seni rupa atau seniman, atau malah seorang yang punya wawasan biasa-biasa Jakarta – Photo karya yang masih terngiang-ngiang sampai sekarang adalah karya S. P. Hidayat. Pada karya tiga dimensi pameran Art Jakarta belum ada yang membuat saya seperti berada di taman bermain yang mengasyikan. Pendapat saya tentu berbeda dengan pengunjung lain. Setidaknya, saya menemukan Lugas dan portalnya. Saya juga melihat rata-rata, ada senyuman di wajah pengunjung dan mata yang berseri-seri.“Don’t take what is there on surface only. Behind all this just me with my gloom. Don’t find out just the meaning of what is depicted, try to interpret what the images allude to,” ~ Sekilas Art Jakarta 2018Karya Seniman Muda Yogyakarta. Hewan-hewan dalam lukisannya merupakan zodiak. Lukisan di atas menceritakan orang-orang yang ditemuinya saat workshop beberapa tahun lalu, kepribadian mereka digambarkan melalui zodiak dalam lukisannya.“Ekspetasi adalah akar dari seluruh sakit kepala”Karya Arend Alfiyanto – Art Jakarta 2018Photo Contradiction” ~ Ruth MarbunMaterial watarcolour, acrylic, charcoal, embroidery, ink, and textiles.“Cebolang Minggat” Karya Enka N. Komariah. Salah satu kolektor seni – Art Jakarta 2018 – Photo Sri Pramono – Art Jakarta 2018 – Photo Pengunjung mengamati World Press Photo of the Year tahun 2018 karya Ronaldo Schemidt, pewarta foto AFP, Venezuela pada pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderPengunjung melintas di depan karya foto Nikolai Linares pada pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderPengunjung mengamati World Press Photo of the Year tahun 2018 karya Ronaldo Schemidt, pewarta foto AFP, Venezuela di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderPengunjung mengamati foto cerita karya Fausto Podavini, pewarta foto asal Italy pada pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderSuasana pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderDwi Oblo, pewarto foto Indonesia memotret foto karya Ronaldo Schemidt, pada pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. WilanderSuasana pameran foto World Press Photo 2018 di Bentara Budaya Jakarta, Jumat 7/9/2018. Wilander Pameran seni Art Jakarta 2018 memasuki gelarannya yang ke-10 tahun ini. Berlangsung sejak 2009 oleh majalah Harper's Bazaar Indonesia, pameran seni rupa ini bakal digelar lagi di The Grand Ballroom The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta pada 2-5 Agustus 2018 mendatang dengan sejumlah pengembangan dan inovasi. "Di tahunnya yang ke-10, Art Jakarta melalui banyak perkembangan, dan tahun ini kita rayakan dengan sejumlah program khusus," ujar Ria Lirungan, Deputy Head of Committee Art Jakarta, dalam pertemuan dengan media, di Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, pada Kamis 12/7. Dalam pertemuan dengan media tersebut turut dihadiri Paramitha Soedarjo selaku Head of Committe Art Jakarta, Vivi Yip dari Vivi Yip Art Room, Markus Chandra Barata dari Pacific Place, kurator Rifky Effendy, fair consultant Gil Schneider dan Irawan Karseno dari Bekraf. Di antara programnya itu, berikut 10 yang menjadi highlight yang sayang untuk dilewatkan1. Mall ArtBekerjasama dengan Pacific Place Jakarta, pameran seni rupa publik ini akan menghiasi lobi utama dengan seniman Faizal Habibi yang didapuk sebagai pembuat karyanya. 2. Art ClassTerdapat sejumlah kelas seni atau workshop di gelaran Art Jakarta 2018. Salah satunya Creative Art Class yang digawangi Ganara Art Space, dan terbuka untuk segala usia, dari anak-anak hingga dewasa. 3. Creative TalkPembicaraan seputar dunia kreatif, di antaranya mengusung tema Bagaimana tren dunia seni Korea saat ini?, Bagaimana mengoleksi Art Photography?, Seni dalam komposisi musik, Seni dalam komposisi video, dan Bagaimana menjadi seorang kolektor dari Bekraf?4. 10 for 10 Dapat dikatakan ini adalah salah satu highlight paling ditunggu tahun ini. Sepuluh seniman akan membuat 10 instalasi dengan konsep museum show untuk perayaan 10 tahun Art Jakarta. Ke-10 seniman itu, yakni Kemal Ezedine, Yani Mariani, Agus Suwage, Syagini Ratnawulan, Bagus Pandega, Hahan, Chinati Juhansyah, Eddie Sutanto, Heri Dono dan Tere. 5. Metamorfosis Ay Tjoe ChristineMenampilkan rangkaian perkembangan karya dari awal karir sampai saat ini, termasuk karir internasionalnya. 6. Japan Art NowProgram ini menampilkan 10 seniman Jepang terkini, di antaranya Chiharu Nishizawa, Chihiro Nakahara, Hiroto Kitagawa, Hiroyuki Matsuura, Hittp Asai, Kazuki Takamatsu, Kozo Nishino, Moe Nakamura, dan Three. 7. AJ 100 Program ini merupakan rangkaian emerging galeri seni dengan beberapa karya yang dijual dengan harga di bawah Rp100 juta. Di antaranya diisi oleh Big & Small Phil, Gudang Gambar, Indoseni, World of arts, dan Gayathri. 8. Find Your Light Ini merupakan instalasai khusus dari Meliantha Muliawan dalam kerjasama dengan Lancome Art UnlimitedBekerjasama dengan Bekraf, program khusus Art Jakarta 2018 ini merupakan presentasi khusus untuk para seniman muda, yang digawangi oleh Enin Supriyanto, Asmudjo, Irawan dan Totot. 10. Art Gram Program ini menarik berkat adanya persona-persona Instagram dari berbagai bidang dengan tampilan posting bernuansa seni. Di antaranya ada Mikael Aldo fotografer, Diela Maharanie ilustrator, Lulu Lutfi Labibi desainer, Benny Jurdi traveler, dan Chef Chitra Chef. 11. Partnership Art Jakarta tahun ini juga bakal diisi oleh video Art dari TimeLab Jepang, presentasi khusus Biennale Yogya, Museum dan edukasi oleh MACAN, Museum Ciputra, SCAD, Erudio School of Art, dan beberapa instalasi dari galeri seni. 12. PerformanceDi luar program pameran, ada juga beberapa penampilan khusus di antaranya 'Mwatirika', karya Papermoon Puppet sebagai inspirasi membentuk 'Flying Balloon Puppet'. Show ini dan Pasar Purnama dibuat Sasikirana, dengan dukungan Djarum Bakti Budaya. Selain itu, ada juga Food Art oleh Chef Chitra. 13. Charity ProgramsArt Jakarta tahun ini mengusung program khusus berupa lelang amal Art Carpet untuk Yayasan Mitra Museum Jakarta, di antaranya lewat karya Wedhar Riyadi, Bambang Toko, Radi Arwinda, Hendra Hehe, Aditya Novali, Mujahidin, Indieguerillas, Darbotz, Robby Dwi Antono, dan Abenk Alter. 14. Peduli jantungBekerjasama degan Yayasan Jantung Indonesia, di sini juga bakal ada program kampanye YJI dalam meningkatkan kepedulian akan kesehatan jantung. Di dalamnya terdapat program talkshow, pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol, dan produk tableware dengan aplikasi karya lima seniman bekerjasama dengan Zen Fine Tableware, di antaranya ada karya Aqil Nurahman, Ronald Apriyan, Sony Irawan, Arman Tropik, dan Labidou Piko. 15. Art Merchandise/BarArt Jakarta 2018 merilis merchandise dengan seri terbatas dalam bentuk messenger bar, sarung bantal, tumbler, payung, kaos, bag strap dan boneka teddy bear dengan aplikasi karya seniman Wedhar Riyadi, Agan Harahap, Uji Hahan Handoko, dan Petek Sutrisno. 16. Creative Market Berada di Pacific Place dari 26 Juli -5 Agustus 2018, area ini khusus menyediakan berbagai produk kreatif dan bernilai seni untuk pasar lebih luas dan harga terjangkau dalam bentuk merchandise dan produk dekoratif. 17. Pop up RestaurantRestoran khusus dengan menghadirkan karya Chef Seumas Smith, dan desainer interior Kezia Karin dan Larc Studio, serta produksi Viro Interior. Selain itu, highlight khusus yang patut dilihat di Art Jakarta tahun ini, ada Solo Show Botero oleh Le Museo dari Spanyol, dan pameran dari galeri ternama seperti Gajah Gallery, ROH Project, Mizuma Gallery, RUCI Gallery dan Galeri AGSI. Total, Art Jakarta 2018 menghadirkan karya seni dari sekitar 300 seniman, dan 51 galeri dengan harga tiket masuk Rp50 ribu. Jika belum ada agenda, jangan lewatkan pameran yang dijadwalkan berlangsung 2-5 Agustus 2018 ini. Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka perhelatan Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2018 malam ini. Pembukaan perhelatan PRJ ke-51 berlangsung meriah. Jakarta Fair salah satu acara hiburan yang ditunggu masyarakat, terutama warga Jakarta. Walaupun pembukaan itu diwarnai hujan, namun antusias masyarakat pun tidak luntur. "Pembukaan malam ini disambut hujan, mudah-mudahan turun rezeki di sini. Saya nyatakan Jakarta Fair resmi dibuka," ujar Anies di JCC Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Mei 2018. Baca Pemerintah Siapkan Rp 35,7 Triliun untuk THR, Ini Tips agar HematWalau dirayakan setiap tahun, namun acara ini tetap bisa menarik masyarakat. Jakarta Fair Kemayoran 2018 mengambil tema 'Jakarta Fair Turut Berjuang Mensukseskan MICE Indonesia dalam Proses Pembangunan Ekonomi Nasional'. Tema tersebut, kata Ketua Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2018 Prajna Murdaya, diambil karena Indonesia merupakan salah satu pencetus ajang pameran multi produk terbesar. Bahkan di kawasan Asia Tenggara. "Acara ini juga sebagai salah satu tolak ukur perkembangan industri MICE di Indonesia," ujar resmi dibuka mulai hari ini sampai tanggal 1 Juli 2018. Pameran ini dibuka untuk masyarakat umum sejak pukul WIB Senin-Kamis, WIB Jumat, dan WIB Sabtu,Minggu, dan Hari libur nasional. Pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp untuk Senin-Kamis, Rp untuk Jumat, dan Rp di akhir pekan Berikut hal-hal unik yang bisa Anda dapatkan di Jakarta Fair. Berikut adalah hal yang pastinya bisa Anda dapatkan di Jakarta Fair Kemayoran 2018. Baca Busana Warna Apa yang Cocok untuk Kencan Pertama? Intip Risetnya1. Produk Dalam Negeri BerkualitasIndonesia adalah salah satu pencetus ajang pameran multi produk terbesar melalui Jakarta Fair di kawasan Asia Tenggara. Tahun ini Jakarta Fair diikuti oleh perusahaan peserta dalam stan yang memamerkan berbagai produk unggulan dengan diskon. PRJ, kata Prajna, juga melibatkan para pengusaha kecil, mikro dan koperasi dari seluruh Indonesia yang akan menempati Hall-B3 dan Hall-C3. "Antusiasme perusahaan dan brand sangat besar. Saya pastikan semua slot booth pameran sold out," ujar Anda pecinta diskon, coba kunjungi berbagai stan di tempat itu. Berbagai diskon produk pun sudah disiapkan. Salah satunya adalah diskon produk Pesta KulinerMakanan khas Indonesia banyak sekali ragamnya. Dari segi rasa, jajanan Indonesia tidak ada duanya. Makanan khas Jakarta, kerak telor, pasti mudah Anda temui di Pekan Raya Jakarta. Terdapat beberapa penjual kerak telor di Jakarta Fair kali ini. "Satu porsinya 20 ribu yang telor ayam. Yang telor bebek 25 ribu," ujar pedagang Kerak Telor Mpok Yani di kawasan Hall E menyaksikan kembang api saat pembukaan acara Jakarta Fair 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Event tahunan tersebut diramaikan sekitar perusahaan dengan stan yang diselenggarakan mulai 23 Mei hingga 1 Juli 2018. TEMPO/Muhammad HidayatBila Anda tidak suka kuliner nusantara, Anda juga bisa menikmati pilihan kuliner mancanegara. Salah satunya ada jajanan khas Korea Selatan seperti tteokbokki kue beras dan gimbab nasi kepal rumput laut di gerai K-Food dari Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation Jakarta. Harga dibanderol dari 10 - 60 ribu Rupiah per porsi dan jenisnya. Bahkan, karena ini hari pertama gerai K-Food dibuka, panitia membagikan bibimbap nasi campur sayur gratis yang dibuat langsung di lokasi untuk pengunjung Jakarta Fair saat jam berbuka puasa. Baca Menikah dengan Kimmy Jayanti, Intip 4 Gaya Greg NwokoloIklan 3. Pesta MusikBagi Anda penyuka musik tanah air, Anda pasti puas menikmati penampilan mereka di Jakarta Fair 2018. Konser musik akan digelar di panggung utama setiap hari. Sesuai jadwal, musisi yang akan mengisi acara tahun ini adalah Godbless, Slank, Superman is Dead, Tony Q Rastafara, Tipe-X, Endank Soekamti, Sheila on 7, Maliq & D’essentials, RAN, Hivi, Ari Lasso, Ayu Tingting. Anda juga bisa dan masih banyak lagi turut meramaikan panggung utama Jakarta Fair Kemayoran Penampilan Sandiaga UnoWakil Gubernur DKI Jakarta akan ikut Sandiaga Uno akan menyumbangkan sebuah lagu dalam acara Jakarta Fair ke-51 yang akan dilaksanakan pada 23 Mei-1 Juli 2018. Rencananya ia akan menyanyikan sebuah lagu reggae. "Nyumbang satu lagu reggae, bukan dangdut koplo," kata Sandiaga di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 21 Mei 2018. Selain menyumbangkan lagu, Sandiaga juga akan mengikuti acara nonton bareng Piala Dunia 2018 di Jakarta Fair. "Tadi ditawarin nobar, nanti mengundang pegawai pemprov juga," ucap tari tradisional saat pembukaan acara Jakarta Fair 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 23 Mei 2018. Event tahunan tersebut diramaikan sekitar perusahaan dengan stan yang diselenggarakan mulai 23 Mei hingga 1 Juli 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat5. Penampilan BarongsaiBagi Anda yang setiap tahunnya ke Jakarta Fair pasti tidak asing lagi dengan adanya atraksi barongsai. Tahun ini, Jakarta Fair akan menghadirkan Street Performance dari Barongsai Tonggak yang akan menghibur anda hampir setiap hari. Penampilan barongsai akan dilakukan sesuai jadwal dan tempat yang berbeda-beda. Rata-rata penampilannya mulai pukul hingga Baca 1 Telur per Hari Aman untuk Jantung? Cek Penelitiannya6. Wahana Rumah HantuTahun ini ada pula wahana rumah hantu. Pemenang Asia's Got Talent 2017, The Sacred Riana, akan hadir menghibur para pengunjung Jakarta Fair 2018. Bagi Anda yang penasaran apa aja isi Rumah Riana, silahkan langsung ke pintu I, dan saksikan sendiri penampakan hantu seperti pocong, gendurwo, kunti dan teman-temannya. Pastinya akan membuat bulukuduk Anda berdiri, jantung berdetak kencang dan merasakan Anda seolah berada di dunia lain. Anda berani coba?SALSABILA PUTRI PERTIWI ANDITA RAHMA KARTIKA ANGGRAENI JAKARTA, - Salah satu agenda pameran seni terbesar di Indonesia, Art Jakarta, kini telah dibuka. Acara ini berlangsung 2-5 Agustus 2018 di Ballroom, Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Pameran seni bergengsi dan terpercaya ini mempertemukan kolektor, art dealer, seniman, penikmat, dan pelaku dengan memadukan seni dan gaya hidup. Pameran ke-10 ini memiliki sejumlah sisi menarik, mulai dari karya seni hingga instalasi khusus untuk meriahkan acara. Art Jakarta menampilkan dimensi baru seni Indonesia dan kolaborasi dengan pelaku seni lokal maupun internasional. Ide itu dituangkan melalui program antara lain Mall Art oleh Faisal Habibi, yakni pameran senirupa publik bekerjasama dengan Mall Pacific Place. Lalu ada, Creative Art Class oleh Ganara Art Space, sebuah workshop untuk memberikan wawasan terhadap dunia senirupa. Segmen ini dapat diikuti oleh pengunjung mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kemudian, ada Creative Art Talk dengan topik pilihan Korean Art Now’, How to collect Art Photography’, Art in Music Composition’, Art in Music Video’, dan How to become a collector oleh BEKRAF’. DIRGA CAHYA Area 10 for 10 di Art Jakarta 2018 Selain itu ada '10 for 10', yaitu 10 instalasi dengan konsep museum show untuk 10 tahun Art Jakarta dari seniman terkemuka. Selain itu, juga ada Art Unlimited yang diprakarsai oleh BEKRAF dengan presentasi khusus bagi para seniman muda. Art Jakarta juga memiliki penampilan khusus dari Flying Balloon Puppet Show dan Pasar Purnama oleh Sasikirana. Lalu, ada Gold/Glory dari Thinking Room, Find Your Light yakni berupa instalasi khusus dari Meliantha Muliawan untuk Lancome Genifique, dan Japan Art Now yang menampilkan 10 seniman Jepang terkini terkait dengan 10 tahun Art Jakarta. Ria Lirungan, Deputy Head of Committee Art Jakarta 2018 mengungkapkan, antusiasme baik dari masyarakat pecinta dan pelaku seni begitu tinggi dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya variasi karya seni Art Jakarta 2018 yang dapat dinikmati oleh pengunjung, mulai dari kategori pemula hingga kolektor senior. "Selama 10 tahun ini, Art Jakarta telah menjadi wadah edukasi yang mampu mengembangkan komunitas seni serta menjadi platform bagi seniman muda potensial," kata Ria. "Beragam karya seni kami hadirkan baik bagi pengunjung dewasa maupun anak-anak agar dapat memahami dan menumbuhkan minat terhadap seni sedini mungkin." DIRGA CAHYA Art Jakarta Sementara itu, Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif BEKRAF Indonesia, mengapresiasi pelaksanaan Art Jakarta 2018. BEKRAF Indonesia, katanya, mendukung dan bangga dapat berkerjasama dengan Art Jakarta yang sudah menjadi pameran seni milik bersama. "Dan tahun ini merayakan 10 tahun keberhasilannya dalam mengangkat karya seniman lokal maupun internasional." "Sekaligus, menjadi inspirasi bagi pelaku kreatif Tanah Air dalam meningkatkan sektor ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian nasional," kata Triawan. Sementara itu, Paramita Soedarjo, Head of Committee Art Jakarta 2018 mengatakan, Art Jakarta membuktikan Indonesia dapat menjadi wadah pertemuan pelaku dan pecinta seni yang diakui di Tanah Air dan mancanegara. Kondisi ini mampu menginspirasi kolektor-kolektor baru dan membawa pameran senirupa ini menjadi pusat seni terkemuka di Asia. Art Jakarta 2018 dibuka untuk umum pada 3-5 Agustus 2018 dengan jadwal pameran hari Jumat 3 Agustus 2018 pukul Sabtu 4 Agustus 2018 pukul dan Minggu 5 Agustus 2018 pukul Para pengunjung Art Jakarta 2018 dapat menikmati lebih dari karya seni oleh lebih dari 300 seniman dan 51 galeri dengan tiket masuk Rp Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

pameran di jakarta 2018